Panduan skripsi kedokteran agar lulus ujian

Tips-tips seputar penulisan dan ujian skripsi paling baik bisa anda dapatkan dari pembimbing dan penguji skripsi anda. Merekalah yang benar-benar menentukan nilai anda. Jadi bertanyalah tips atau hal-hal yang harus dipersiapkan selama penulisan dan menjelang seminar proposal.

Hal yang sama juga dapat ditanyakan untuk seminar hasil maupun ujian skripsi. Lulus ujian skripsi tidak semata-mata akibat dari penulisan yang baik, tapi juga dari pembawaan atau presentasi yang baik.

 

 

ABSTRAK
Mengacu saja ke panduan dari kampus mengenai jumlah kata dan layoutnya. Bisa juga mengacu ke jurnal yang akan dituju. Umumnya jumlah kata maksimal 250, menggunakan 2-5 kata kunci. Upayakan membuat dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

DEFINISI OPERASIONAL
Setelah mengidentifikasi variabel penelitian maka harus didefinisikan. Mulai dengan definisi konseptual (tidak harus ditulis ulang di bab metode penelitian, bisa hanya cukup dijabarkan di tinjauan pustaka) lalu dapat menampilkan definisi operasional dalam bentuk tabel (bisa juga dalam bentuk narasi, tapi kurang menarik).

OLAH DATA
Sampaikan alat bantu yang akan digunakan (data direkap menggunakan tabel seperti apa, inputnya seperti apa, jenis dan versi software) dan sampaikan jika akan melibatkan pihak ketiga untuk pengolahan datanya. Teknik statistik yang dipakai dipaparkan mulai dari univariat, bivariat, lalu multivariat (jika perlu) sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

 

 

KETERBATASAN PENELITIAN
Bisa mencakup kelemahan yang disadari setelah selesai mengumpulkan data. Tentang kelemahan teknis maupun analitis. Bisa juga menyampaikan tentang kesulitan yang dihadapi selama penelitian sehingga proposal penelitian tidak terlaksana sesua harapan.

 

SARAN
Pastikan saran yang disampaikan merupakan ringkasan mengenai manfaat potensial dari hasil penelitian yang dilakukan. Juga perlu memberikan solusi atas keterbatasan/kelemahan/kesulitan penelitian yang dialami.

 

 

DAFTAR PUSTAKA
Untuk membuat daftar pustaka kadang beberapa pedoman menyarankan untuk menyingkat nama jurnal. Jurnal berbahasa Indonesia kadang tidak menyertakan singkatan nama jurnalnya.

 

 

PRESENTASI
Selama menjalani rangkaian skripsi, minimal perlu dua kali presentasi: seminar proposal dan ujian skripsi (pendadaran). Ada juga yang menambahkan satu kali lagi presentasi di antara keduanya yaitu berupa seminar hasil. Jika naskahnya akan didiseminasikan berupa presentasi oral di suatu seminar maka bisa bertambah lagi jumlah presentasi dari satu skripsi.

 

Semoga tulisan panduan skripsi kedokteran ini bermanfaat bagi anda, dan semoga anda tergerak untuk menulis (ilmiah ataupun kreatif). Untuk anda yang mempersiapkan skripsi atau tugas akhir semoga cepat selesai dan mendapat hasil yang baik. Kiranya juga dapat memberikan sumbangsih bagi pendidikan dan keilmuan di Indonesia.

Jangan lupakan pembimbing skripsi anda. Berkat jasa merekalah pembuatan skripsimu bisa dikenang dan diceritakan ke anak cucu kelak. Rajinlah konsultasi pada mereka.

 

 

Rekomendasi untuk anda yang mau lulus ujian skripsi, silahkan kesini : jasa skripsi kedokteran

 

 

MENGUBAH IDE MENJADI TULISAN
Menulis adalah salah satu skill yang membutuhkan banyak latihan dan tingkat pengetahuan dengan tuntutan yang tinggi dari pembacanya. Hal ini menyebabkan banyak orang menilai bahwa menulis adalah suatu kegiatan yang sulit, terutama bila yang ditulis adalah sesuatu yang ilmiah. Penulisan kreatif terkesan lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan penulisan ilmiah, tapi kenyataannya tidak demikian.

 

Dalam penulisan kreatif kita akan dipersulit dengan berbagai macam tugas seperti menciptakan karakter (kita harus tahu cara menciptakan tokoh yang simpatik, jenis-jenis karakter dan perilaku, membuat hubungan karakter yang dinamis), menentukan alur cerita (cara membuat alur yang menarik, membuat ending, membuat pengadeganan), membuat dialog yang otentik dan menarik, cara menggunakan show and tell, gaya bahasa, dan menciptakan/menemukan ciri khas penulisan.

Penulisan ilmiah terkesan lebih kaku karena sudah diberikan aturan yang baku sesuai instansi/lembaga/perguruan tinggi masing-masing, bahkan untuk teknis penelitiannya biasanya sudah dipersiapkan melalui kuliah metodologi penelitian yang sesuai dengan program studi masing-masing. Sehingga menurut saya menulis ilmiah justru lebih mudah dibandingkan dengan menulis kreatif.

 

Sebagai tambahan, mungkin kesan angker dari penulisan ilmiah adalah kurangnya unsur komedi atau humor, sedangkan dalam penulisan kreatif kita bisa menambahkan komedi ke jenis tulisan apa pun. Semoga kelak akan ada skripsi yang bergaya humor agar lebih menyenangkan untuk ditulis dan dibaca terutama di bagian statistiknya. Mungkin perlu dibuatkan panduan skripsi kedokteran yang khusus menekankan sisi humornya.